WhatsApp Kami
+62 878-4909-5631

Potensi Wisata Desa Ababi
Potensi wisata
Taman Tirta Gangga
Tirtagangga_water_garden_01_by_Line1
Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini mengacu pada istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Namun, nama ini juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air beserta daerah pedesaan yang subur di sekitarnya.
Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini mengacu pada istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Namun, nama ini juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air beserta daerah pedesaan yang subur di sekitarnya.
Tirta_Gangga_water_palace,_Bali,_Indonesia
Tirtagangga_water_garden_02_by_Line1
Tirtagangga_4
120px-Tirtagangga_7
Destinasi ini terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali Timur, atau hanya berjarak sekitar 200 meter dari situs bersejarah Taman Tirta Gangga.

Tempat wisata seluas 1,5 hektare ini memadukan keindahan bentang alam, budaya local, dan kenyamanan rekrea si tanpa sentuhan modernitas buatan. Seluruh fasilitas penunjang di area ini dibangun menggunakan material ramah lingkungan seperti kayu, bambu, dan atap jerami.

Daya Tarik & Aktivitas Utama
Wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini dapat menikmati berbagai aktivitas rekreasi, seperti:
  • Pemandangan Gunung Agung: Lanskap sawah berundak yang luas dengan latar belakang kemegahan Gunung Agung yang ikonik.
  • Spot Foto Klasik & Estetis: Berbagai wahana foto instagramable seperti jembatan kayu, gardu pandang, dan ayunan berlatar alam.
  • Berenang di Sungai: Aliran sungai alami yang jernih di dalam area wisata untuk tempat bermain air dan berenang.
  • Akomodasi Glamour Camping (Glamping): Area berkemah ceria berupa tenda berbentuk kerucut unik (teepee) yang menghadap langsung ke arah persawahan.
  • Akulturasi Arsitektur: Desain pondok dan bangunan yang mengadopsi bentuk rumah adat khas wilayah Indonesia Timur.
  • Kuliner Tengah Sawah: Restoran terbuka yang menyajikan makanan lokal dengan pemandangan pedesaan yang menenangkan.
Potensi wisata
Maha Gangga Valley
maha-gangga-valley
445745310
Potensi wisata
Tradisi Nyeret
Ritual sakral dan unik dari Desa Adat Ababi dimana ratusan pemuda berjalan kaki sejauh 6 kilometer sambil menghunbuskan keris ke udara. Ritual ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan menolak wabah penyakit. 
Tradisi Nyeret merupakan upacara aci pengayu-ayu yang diawali dengan mendak bhatara ngrurah sakti ring pura laga yang terletak di Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan pada sasih purnama kapat, lan purnama kedasa setiap 1 tahun sekali. Tradisi Nyeret ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan paruman desa yang dilaksanakan sebelum rangkain upacara suci tersebut dilaksanakan. Tradisi ini khusus dilaksanakan oleh para pemuda desa Adat Ababi, mereka mengenakan saput atau kain berwarna merah dan udeng atau pengikat kepala berwarna merah, bertelanjang dada, serta membawa properti sebilah keris yang di unus ke atas sambil berteriak di sepanjang jalan dengan mengucapkan kata kata “sereeet, sereeet, sereeet“. Tradisi Nyeret sendiri merupakan ekspresi pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi sebagai manifestasinya yakni Ida Betara Ngerurah Sakti yang telah memberikan Keselamatan, dan beliau berstana di Pura Laga Desa Pidpid Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang pada hari itu di iring pelinggih atau pralingga menuju Pura Puseh Ababi, Desa adat Ababi. Sehubungan dengan fasilitas angkutan telah memadai para pemuda tersebut diangkut menggunakan alat transportasi, lain dengan zaman dahulu, mereka para pemuda berjalan kaki menuju pura laga, sesampainya di pura laga prelinggan atau pelinggih Ida Ratu Ngerurah Sakti lalu diturunkan dari tempatnya dan dipundut atau dibawa menuju Desa Adat Ababi dan diiring oleh para pemuda Ababi sambil sesekali menghunuskan kerisnya keatas dengan meneriakkan suara sereeet sereet sereeet. Ditengah perjalanannya dipendaklah oleh pelinggih-pelinggih dari pura laga dan pura lainnya yang sebelumnya sudah melinggih di pura puseh ababi, selanjutnya menuju tempat mesuci di pesucian Cenana. Setelah melakukan proses penyucian di pura cenana barulah menuju pesucian jepun dan di sana ketemu dengan pelinggih-palinggih lainnya seperti pelinggih dari pura puseh, pura dalem, dan pelinggih lainnya. Setelah selesai serangkaian upacara mesuci lalu secara bersama sama menuju pura puseh ababi.
tradisi-nyeret-ungkapan-rasa-bhakti-pemuda-desa-adat-ababi-e1665636153531
nyeret1-2817399972