Potensi Wisata Desa Ababi
Potensi wisata
Taman Tirta Gangga
Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga
yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini
mengacu pada istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja
Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Namun, nama ini
juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air
beserta daerah pedesaan yang subur di sekitarnya.
Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari Sungai Gangga
yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini
mengacu pada istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja
Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Namun, nama ini
juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air
beserta daerah pedesaan yang subur di sekitarnya.
Destinasi ini terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali Timur, atau hanya berjarak sekitar 200 meter dari situs bersejarah Taman Tirta Gangga.
Tempat wisata seluas 1,5 hektare ini memadukan keindahan bentang alam, budaya local, dan kenyamanan rekrea si tanpa sentuhan modernitas buatan. Seluruh fasilitas penunjang di area ini dibangun menggunakan material ramah lingkungan seperti kayu, bambu, dan atap jerami.
Daya Tarik & Aktivitas Utama
Wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini dapat menikmati berbagai aktivitas rekreasi, seperti:
- Pemandangan Gunung Agung: Lanskap sawah berundak yang luas dengan latar belakang kemegahan Gunung Agung yang ikonik.
- Spot Foto Klasik & Estetis: Berbagai wahana foto instagramable seperti jembatan kayu, gardu pandang, dan ayunan berlatar alam.
- Berenang di Sungai: Aliran sungai alami yang jernih di dalam area wisata untuk tempat bermain air dan berenang.
- Akomodasi Glamour Camping (Glamping): Area berkemah ceria berupa tenda berbentuk kerucut unik (teepee) yang menghadap langsung ke arah persawahan.
- Akulturasi Arsitektur: Desain pondok dan bangunan yang mengadopsi bentuk rumah adat khas wilayah Indonesia Timur.
- Kuliner Tengah Sawah: Restoran terbuka yang menyajikan makanan lokal dengan pemandangan pedesaan yang menenangkan.
Potensi wisata
Maha Gangga Valley
Potensi wisata
Tradisi Nyeret
Ritual sakral dan unik dari Desa Adat Ababi dimana ratusan pemuda berjalan kaki sejauh 6 kilometer sambil menghunbuskan keris ke udara. Ritual ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan menolak wabah penyakit.
Tradisi Nyeret merupakan upacara aci pengayu-ayu yang diawali dengan
mendak bhatara ngrurah sakti ring pura laga yang terletak di Desa
Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan pada
sasih purnama kapat, lan purnama kedasa setiap 1 tahun sekali. Tradisi
Nyeret ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan paruman desa yang
dilaksanakan sebelum rangkain upacara suci tersebut dilaksanakan.
Tradisi ini khusus dilaksanakan oleh para pemuda desa Adat Ababi, mereka
mengenakan saput atau kain berwarna merah dan udeng atau pengikat
kepala berwarna merah, bertelanjang dada, serta membawa properti sebilah
keris yang di unus ke atas sambil berteriak di sepanjang jalan dengan
mengucapkan kata kata “sereeet, sereeet, sereeet“. Tradisi Nyeret
sendiri merupakan ekspresi pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa atau
Ida Sang Hyang Widhi sebagai manifestasinya yakni Ida Betara Ngerurah
Sakti yang telah memberikan Keselamatan, dan beliau berstana di Pura
Laga Desa Pidpid Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang pada hari
itu di iring pelinggih atau pralingga menuju Pura Puseh Ababi, Desa adat
Ababi. Sehubungan dengan fasilitas angkutan telah memadai para pemuda
tersebut diangkut menggunakan alat transportasi, lain dengan zaman
dahulu, mereka para pemuda berjalan kaki menuju pura laga, sesampainya
di pura laga prelinggan atau pelinggih Ida Ratu Ngerurah Sakti lalu
diturunkan dari tempatnya dan dipundut atau dibawa menuju Desa Adat
Ababi dan diiring oleh para pemuda Ababi sambil sesekali menghunuskan
kerisnya keatas dengan meneriakkan suara sereeet sereet sereeet.
Ditengah perjalanannya dipendaklah oleh pelinggih-pelinggih dari pura
laga dan pura lainnya yang sebelumnya sudah melinggih di pura puseh
ababi, selanjutnya menuju tempat mesuci di pesucian Cenana. Setelah
melakukan proses penyucian di pura cenana barulah menuju pesucian jepun
dan di sana ketemu dengan pelinggih-palinggih lainnya seperti pelinggih
dari pura puseh, pura dalem, dan pelinggih lainnya. Setelah selesai
serangkaian upacara mesuci lalu secara bersama sama menuju pura puseh
ababi.