WhatsApp Kami
+62 878-4909-5631

Tentang Desa Ababi
Home » About
tradisi-nyeret-ungkapan-rasa-bhakti-pemuda-desa-adat-ababi-e1665636153531
Desa Ababi
Nama asli Desa Ababi, sebagaimana tercatat dalam Purana Desa Adat Ababi, adalah “Karaman Ihara Babi”. Sejak era kerajaan di Bali, sebagian isi purana ini hilang, sehingga kini hanya tersisa tiga lembar. Bahkan, salah satu dari ketiga lembar tersebut sudah mengalami kerusakan. Purana merupakan kumpulan cerita kuno yang diwariskan oleh masyarakat, berisi kisah-kisah tentang kehidupan para Dewa serta penciptaan alam semesta. Purana desa ini dibuat dari lempengan tembaga dengan aksara Bali kuno atau yang dikenal sebagai para huruf Bali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kepurbakalan pada Agustus 1980, diperkirakan Desa Adat Ababi sudah ada sejak masa pemerintahan Raja Sri Anak Wungsu di Bali. Dalam Purana Desa Adat Ababi, nama “Karaman Ihara Babi” memiliki sejumlah makna yang mendalam, antara lain:
Hubungi Kami
Karaman berarti masyarakat atau krama, Ihara merujuk pada pohon eha, yaitu sejenis pohon penghijauan yang tumbuh di lereng-lereng tebing, sedangkan Babi mengacu pada buah pohon eha yang dikenal dengan nama buah babi. Berdasarkan tiga makna utama tersebut, “Karaman Ihara Babi”diartikan sebagai komunitas masyarakat yang tinggal di bawah naungan pohon eha yang sedang berbuah. Pohon eha ini memiliki keterkaitan erat dengan legenda tentang mata air Eha yang berada di Desa Ababi, atau mengacu pada momen ketika masyarakat pertama kali tiba dan bermukim di bawah pohon eha yang berbuah. Nama Desa Ababi sendiri berasal dari tiga kata: “Karaman” berarti masyarakat, “Hara” berarti pohon eha, dan “Babi” berarti buah eha. Nama ini kemudian disederhanakan oleh masyarakat menjadi Hara Babi atau Eha Babi, yang akhirnya dikenal sebagai Ababi. 
close-up-planting-new-plants-nature
Desa Ababi memiliki akar budaya yang kuat, dibuktikan melalui keberadaan purana dan awig-awig desa. Seiring waktu, wilayah Desa Ababi berkembang menjadi lima Desa Adat: Kesimpar, Peladung, Kertasari, Tampuangan, dan Jasi. Meski telah terpisah, desa-desa tersebut tetap memiliki hubungan erat dengan Desa Ababi sebagai desa induk.

Purana Desa Ababi juga mencatat bahwa Raja Bali pernah mengirimkan tim penelitian bernama pakiran-kiran, yang dipimpin oleh Dang Acarya Kuturan Lembu Kara, untuk menyelidiki laporan dari Prajuru Desa Adat Ababi yang mengajukan permohonan pembebasan upeti. Setelah melakukan penelitian, pakiran-kiran menyimpulkan bahwa Desa Ababi layak dibebaskan dari kewajiban membayar upeti. 

Selain itu, Raja Bali juga memberikan arahan agar masyarakat Desa Ababi tetap menjaga cara bercocok tanam yang baik serta rutin melaksanakan pemberantasan hama, baik secara material maupun spiritual. Arahan ini diwujudkan dalam Upacara Palebon Jero Ketut (pengabenan tikus), yang bertujuan untuk mengembalikan tikus-tikus yang menjadi hama ke alam aslinya.

Selain kisah tersebut, Purana Desa Adat Ababi juga mengisahkan legenda Dewi Kemakmuran, Betara Dewi Dabuh, yang memberikan anugerah suci kepada masyarakat Desa Ababi. Konon, Dewi ini membawa sebungkus air yang dibalut daun kumbang (daun talas). Setelah melewati beberapa desa seperti Tianyar, Culik, dan Abang, Dewi Dabuh menumpahkan sebagian besar air tersebut di bawah pohon eha di Desa Ababi, dengan syarat diadakannya Upacara Bukakak Kebo Metanduk Emas. Permintaan tersebut disetujui oleh masyarakat, sehingga air tersebut menjadi mata air Eha yang dikenal hingga kini.

Sebagian sisa air dibawa ke Desa Jungutan (Desa Adat Sibetan) dan ditumpahkan di tempat yang kini bernama Telaga Tista, dengan persyaratan serupa. Daun kumbang yang menjadi pembungkus air dilemparkan di atas Telaga Tista dan hingga kini dikenal dengan nama Kumbang.


Potensi Desa Ababi

Desa Ababi dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian. Lokasinya yang berada di daerah subur menjadikan desa ini sangat ideal untuk berbagai aktivitas bercocok tanam. Kesuburan tanah di Desa Ababi didukung oleh sistem irigasi yang memadai, sehingga memungkinkan para petani untuk mengelola lahan mereka dengan optimal sepanjang tahun.
Pertanian

Desa Ababi dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian. Lokasinya yang berada di daerah subur menjadikan desa ini sangat ideal untuk berbagai aktivitas bercocok tanam. Kesuburan tanah di Desa Ababi didukung oleh sistem irigasi yang memadai, sehingga memungkinkan para petani untuk mengelola lahan mereka dengan optimal sepanjang tahun.

Keberadaan sumber air yang melimpah di desa ini menjadi salah satu keunggulan utama. Mata air alami yang mengalir dari berbagai sumber di wilayah ini tidak hanya mendukung kebutuhan pertanian, tetapi juga kehidupan sehari-hari masyarakat. Sistem irigasi tradisional yang terintegrasi dengan baik memastikan distribusi air ke seluruh area pertanian, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur.
Pariwisata

Terletak di kawasan yang sejuk, desa ini menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang dan asri. Desa ini terkenal dengan sejumlah objek wisata yang menarik, seperti Tirta Gangga, sebuah taman air bersejarah yang menjadi simbol kejayaan budaya Bali.

Selain itu, terdapat Maha Gangga, destinasi yang memukau dengan pemandangan alamnya, serta Kayehan Jepun, tempat yang menawarkan keindahan pohon-pohon jepun yang menjadi ciri khasnya. Setiap sudut desa ini menyimpan cerita dan keunikan tersendiri, membuat wisatawan betah menjelajahi keindahannya.

Sumber Daya Manusia

Dengan penduduk yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pendidikan, desa ini mampu mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing. 

Fasilitas yang tersedia di Desa Ababi juga menjadi salah satu faktor pendorong kemajuan desa ini. Dari segi pendidikan, desa ini memiliki sarana pendidikan yang lengkap, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan. Fasilitas kesehatan yang memadai juga menjadi perhatian utama, memastikan kesehatan masyarakat terjaga dengan baik.

Berbagai ruang publik yang nyaman dan sarana rekreasi tersedia, memberikan masyarakat kesempatan untuk melepas penat dan mempererat hubungan sosial.

struktur Aparatur desa
aparatur Desa
BAGAN_STRUKTUR_ORGANISASI_DAN_TATA_KERJA_PEMERINTAH_DESA_ababi1-891x1024
aparatur desa
Aparatur & Pemerintah Desa Ababi
people-1
I Wayan Siki, SH
Kepala Desa
9
Ni Nengah Rini
Sekretaris Desa
a7
I Gede Sukalana
Kasi Pelayanan
a4
Ni Luh Yesi Septiana
Kasi Pemerintahan